Foto; istimewa

Halomerahputih.com, Bengkulu – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu memaparkan proyeksi ekonomi daerah dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. BI menilai perekonomian Bengkulu pada 2025 tetap solid meski tekanan global meningkat, dan diprediksi memasuki fase percepatan pertumbuhan pada 2026.

Ketahanan ekonomi Bengkulu tahun 2025 terutama ditopang oleh sektor pertanian, konsumsi rumah tangga, serta industri pengolahan. Dukungan pemerintah melalui subsidi upah, stabilisasi harga komoditas unggulan, serta realisasi APBN dan APBD turut menjaga daya beli masyarakat tetap kuat.

Pada 2026, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Bengkulu akan berada pada kisaran 4,5–5,3 persen. Penguatan sektor pertanian, perdagangan, transportasi, serta informasi dan komunikasi menjadi motor yang diproyeksikan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi.

Hilirisasi komoditas seperti sawit, kopi, dan pangan dinilai berperan penting menambah nilai ekonomi daerah. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi Bengkulu sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Namun, BI tetap mengingatkan adanya sejumlah tantangan, termasuk potensi penurunan Transfer ke Daerah (TKDD), cuaca ekstrem yang memengaruhi produksi pangan, serta dinamika perdagangan global yang semakin ketat. Penguatan koordinasi lintas sektor menjadi langkah strategis agar perekonomian tetap stabil.

Inflasi pada 2026 diperkirakan berada dalam rentang sasaran nasional, yaitu 2,5 ± 1 persen. Meski demikian, fluktuasi harga pangan seperti cabai, daging ayam ras, dan telur masih berpotensi mendorong inflasi. BI menekankan pentingnya optimalisasi GNPIP, pasar murah, serta penguatan distribusi pangan.

Transformasi digital juga menjadi sorotan utama, dengan meningkatnya transaksi QRIS, SKNBI, dan RTGS sepanjang 2025. Pertumbuhan jumlah merchant digital menunjukkan bahwa masyarakat Bengkulu semakin terbiasa dengan transaksi non-tunai.

Selesai acara, Area Head Bank Mandiri Bengkulu, Teguh Prakoso, menyampaikan apresiasi kepada BI atas penghargaan yang diberikan kepada Bank Mandiri Bengkulu. Ia menegaskan bahwa masyarakat kini lebih memilih transaksi digital yang aman, cepat, dan realtime, sejalan dengan strategi 17 kantor cabang Bank Mandiri untuk memperkuat transaksi ritel.

Foto: istimewa, Area Head Bank Mandiri Bengkulu, Teguh Prakoso dan Yudi Irawan, S.E Kepala Kantor Perwakilan PT. Asuransi Central Asia (ACA) Bengkulu

Apresiasi serupa juga datang dari Yudi Irawan, S.E., Kepala Kantor Perwakilan PT. Asuransi Central Asia (ACA) Bengkulu. Ia menyebut penghargaan dari BI mencerminkan pesatnya perkembangan digitalisasi layanan keuangan di Bengkulu, yang semakin memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

Dengan dorongan hilirisasi, peningkatan infrastruktur, serta sinergi lintas sektor dan perbankan, BI Bengkulu optimistis bahwa perekonomian daerah akan masuk ke fase pertumbuhan yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan pada 2026.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *