Top 10 News
Sport
News
Menkes Hadiri Proctoring Clipping Aneurisma dan DSA di RSUD M Yunus
Daerah Nasional Uncategorized- Est 3 min
- 0 Views
- 4 minggu ago
Yosia yodan bangga: Kemenangan pertama indonesia datang dari anak Bengkulu
Daerah Internasional Nasional Uncategorized- Est 3 min
- 0 Views
- 2 bulan ago
Pemuda PUI apresiasi keberhasilan Polri berantas narkoba: Siap bersinergi jaga generasi bangsa
Nasional Polri Uncategorized- Est 2 min
- 0 Views
- 2 bulan ago
Resmi Dibuka, Ajang Putra Putri Budaya Indonesia 2025 Jadi Panggung Generasi Muda Lestarikan Warisan Bangsa
Nasional- Est 3 min
- 0 Views
- 3 bulan ago
Mahasiswa muslim Bengkulu bersatu, Tunjukkan kepedulian nyata untuk rakyat Palestina
Daerah Internasional Nasional Uncategorized- Est 2 min
- 0 Views
- 3 bulan ago
Bengkulu Jadi Fokus Hilirisasi, Ketua DPD RI Sultan Najamudin Gandeng Menteri Pertanian
Ekonomi Nasional- Est 2 min
- 0 Views
- 4 bulan ago
Ketua DPD RI Dorong Hilirisasi Pertanian Bengkulu dalam Rakor Bersama Menteri Pertanian
Nasional- Est 2 min
- 0 Views
- 4 bulan ago
Wamen ATR/BPN: Reformasi Sistem dan Integritas SDM Kunci Pelayanan Pertanahan
Nasional- Est 2 min
- 0 Views
- 4 bulan ago
AHY Tegaskan: Tidak Ada Pelabuhan Baru, Fokus Normalisasi Pulau Baai
Nasional- Est 2 min
- 0 Views
- 4 bulan ago
HIPMI Bengkulu Dukung Akbar Himawan Buchari Pimpin Kemenpora RI
Nasional- Est 2 min
- 0 Views
- 4 bulan ago
Recent
Posts
Menkes Hadiri Proctoring Clipping Aneurisma dan DSA di RSUD M Yunus
halomerahputih.com, Bengkulu – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan rujukan di daerah agar mampu menangani kasus kegawatdaruratan seperti penyakit jantung, stroke, dan pendarahan otak secara cepat dan mandiri. Penegasan ini disampaikan saat meninjau pelayanan RSUD dr. M Yunus Bengkulu, Rabu (17/12).
Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu Mian, Anggota DPR RI Komisi IX Eko Kurnia Ningsih, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, serta Direktur RSUD dr. M Yunus Bengkulu dr. Hery Permana, M.M. Agenda utama kunjungan dirangkai dengan press conference proctoring clipping aneurisma dan Digital Subtraction Angiography (DSA) sebagai bagian dari peningkatan layanan bedah saraf.
Dalam keterangannya, Menkes menekankan bahwa rumah sakit di daerah harus memiliki kemampuan melakukan tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) untuk menangani serangan jantung, serta layanan stroke terpadu. Menurutnya, keterlambatan penanganan hanya dalam hitungan jam dapat berakibat fatal bagi pasien.
Menkes menargetkan seluruh kabupaten dan kota di Indonesia memiliki rumah sakit dengan kemampuan PCI. Pemerintah pusat akan menyiapkan peralatan medis secara bertahap hingga 2027, namun tantangan terbesar terletak pada ketersediaan dokter spesialis yang harus mencukupi agar layanan dapat berjalan selama 24 jam.
Untuk tingkat provinsi, rumah sakit rujukan seperti RSUD dr. M Yunus Bengkulu diharapkan mampu melakukan operasi jantung lanjutan, termasuk bypass dan perbaikan katup jantung. Budi Gunadi Sadikin mengakui Bengkulu masih perlu mengejar ketertinggalan pada layanan ini, mengingat tingginya kasus penyakit jantung rematik di Indonesia.
Direktur RSUD dr. M Yunus Bengkulu, dr. Hery Permana, M.M, menyampaikan komitmen manajemen rumah sakit dalam menindaklanjuti arahan pemerintah pusat. Ia mengungkapkan bahwa bantuan alat kesehatan yang dijanjikan Kementerian Kesehatan ditargetkan mulai terealisasi pada 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan jantung, stroke, dan bedah saraf.
Selain aspek klinis, Menkes juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola rumah sakit. Ia menegaskan bahwa manajemen yang transparan dan sistem remunerasi yang adil bagi dokter spesialis menjadi kunci agar rumah sakit pemerintah dapat berkembang dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Menkes mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola makan dan gaya hidup sehat guna mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, jantung, dan stroke. Ia juga mendorong rumah sakit dan puskesmas agar lebih intensif melakukan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya deteksi dini.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyatakan harapannya agar pada 2026 terdapat intervensi nyata dari pemerintah pusat untuk peningkatan layanan RSUD dr. M Yunus, seiring dengan penambahan dokter dan penguatan fasilitas. Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai sangat dibutuhkan agar rumah sakit rujukan provinsi ini benar-benar optimal.
Press conference ini menjadi penegasan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat layanan kesehatan rujukan di Bengkulu. Dengan dukungan alat kesehatan, pembenahan tata kelola, serta peran aktif manajemen di bawah kepemimpinan dr. Hery Permana, RSUD dr. M Yunus Bengkulu diharapkan mampu memberikan pelayanan jantung, stroke, dan bedah saraf secara mandiri demi menyelamatkan lebih banyak nyawa.
BI Bengkulu proyeksi ekonomi melonjak 2026, Digitalisasi dan hilirisasi jadi penggerak utama
Halomerahputih.com, Bengkulu – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu memaparkan proyeksi ekonomi daerah dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. BI menilai perekonomian Bengkulu pada 2025 tetap solid meski tekanan global meningkat, dan diprediksi memasuki fase percepatan pertumbuhan pada 2026.
Ketahanan ekonomi Bengkulu tahun 2025 terutama ditopang oleh sektor pertanian, konsumsi rumah tangga, serta industri pengolahan. Dukungan pemerintah melalui subsidi upah, stabilisasi harga komoditas unggulan, serta realisasi APBN dan APBD turut menjaga daya beli masyarakat tetap kuat.
Pada 2026, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Bengkulu akan berada pada kisaran 4,5–5,3 persen. Penguatan sektor pertanian, perdagangan, transportasi, serta informasi dan komunikasi menjadi motor yang diproyeksikan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi.
Hilirisasi komoditas seperti sawit, kopi, dan pangan dinilai berperan penting menambah nilai ekonomi daerah. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi Bengkulu sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Namun, BI tetap mengingatkan adanya sejumlah tantangan, termasuk potensi penurunan Transfer ke Daerah (TKDD), cuaca ekstrem yang memengaruhi produksi pangan, serta dinamika perdagangan global yang semakin ketat. Penguatan koordinasi lintas sektor menjadi langkah strategis agar perekonomian tetap stabil.
Inflasi pada 2026 diperkirakan berada dalam rentang sasaran nasional, yaitu 2,5 ± 1 persen. Meski demikian, fluktuasi harga pangan seperti cabai, daging ayam ras, dan telur masih berpotensi mendorong inflasi. BI menekankan pentingnya optimalisasi GNPIP, pasar murah, serta penguatan distribusi pangan.
Transformasi digital juga menjadi sorotan utama, dengan meningkatnya transaksi QRIS, SKNBI, dan RTGS sepanjang 2025. Pertumbuhan jumlah merchant digital menunjukkan bahwa masyarakat Bengkulu semakin terbiasa dengan transaksi non-tunai.
Selesai acara, Area Head Bank Mandiri Bengkulu, Teguh Prakoso, menyampaikan apresiasi kepada BI atas penghargaan yang diberikan kepada Bank Mandiri Bengkulu. Ia menegaskan bahwa masyarakat kini lebih memilih transaksi digital yang aman, cepat, dan realtime, sejalan dengan strategi 17 kantor cabang Bank Mandiri untuk memperkuat transaksi ritel.

Apresiasi serupa juga datang dari Yudi Irawan, S.E., Kepala Kantor Perwakilan PT. Asuransi Central Asia (ACA) Bengkulu. Ia menyebut penghargaan dari BI mencerminkan pesatnya perkembangan digitalisasi layanan keuangan di Bengkulu, yang semakin memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Dengan dorongan hilirisasi, peningkatan infrastruktur, serta sinergi lintas sektor dan perbankan, BI Bengkulu optimistis bahwa perekonomian daerah akan masuk ke fase pertumbuhan yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan pada 2026.
Kapolri cek langsung Personel-Sarpras Polda DIY, Pastikan siap hadapi potensi bencana
halomerahputih.com, DIY – Kapolri Jenderal Listyo Sigit melakukan pengecekan langsung kesiapsiagaan tanggap bencana Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Satbrimobda Polda DIY. Personel hingga sarana dan prasarana (sarpras) dipastikan siap untuk melayani masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini saya meninjau langsung terkait dengan bagaiamma kesiapan provinsi DIY dalam hadapi potensi bencana. Ini adalah kegiatan kesekian kali setelah saya mengecek beberapa wilayah untuk memastikan bahwa seluruh stakeholder terkit baik TNI, Polri seluruh institusi yang terkait penanganan bencana betul-betul siap untuk digerakan,” kata Sigit usai meninjau, Jumat (21/11).
Berdasarkan laporan BMKG, mulai dari bulan Oktober hingga Januari, saat ini sudah memasuki musim penghujan disertai dengan La Nina skala lemah. Namun, di bulan November rata-rata hujan akan di atas normal.
Sehingga memunculkan potensi bencana alam berupa banjir, tanah longsor dan lainnya yang berdampak pada keselamatan masyarakat. Antisipasi kesiapsiagaan personel dikerahkan di lokasi rawan bencana hingga tempat wisata.
Sigit menambahkan, pihaknya beserta instansi terkait juga mewaspadai soal erupsi gunung merapi DIY. Ia meminta agar dilakukan sosialisasi dan informasi yang kuat untuk keselakatan masyarakat.
“Dan juga disampaikan dari badan meteorologi bagaimana kondisi kini dari gunung merapi yang memang tiap hari terjadi erupsi sehingga tentunya tanggap bencana untuk terus disosialisasikan. Sehingga masyarakat tiap hari terupdate oleh informasi, sehingga pada saatnya manakala harus dilakukan evakuasi masyarakat sudah terinformasi. Kapan harus evakuasi, arahnya kemana, lalu perlengkapan yanh dibawa apa, semuanya kita harapkan tersosialiasi dengan baik,” ujar Sigit.
Dalam kesempatan itu, Sigit juga melakukan pengecekan kesiapan peralatan yang khususnya digunakan pada saat melaksanakan SAR baik di darat, laut, maupun wilayah yang terdampak tanah longsor, bangunan runtuh.
“Kemudian ada laka, baik laka lantas, kereta api kita cek satu per satu peralatan, alhamdulillah semua lengkap,” ucap Sigit.
Lebih dalam, Sigit mengingatkan kepada seluruh personel untuk selalu mengecek peralatan agar selalu dalam keadaan siap pakai ketika memang terjadinya bencana alam.
“Tadi juga ada mobil yang dilengkapi dengan baik bisa angkut alat untuk SAR, di sisi lain digunakan untuk posko darurat dan juga mobil dapur lapangan dengan berbagai macam kapasitas,” tutur Sigit.
Menurut Sigit, yang paling utama dalam menghadapi potensi bencana alam di seluruh wilayah Indonesia adalah terjalinnya kolaborasi dan sinergisitas seluruh stakeholder yang ada. Hal ini penting dilakukan apalagi sebentar lagi akan memasuki kesiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Kita menghadapi juga musim hujan yang cukup deras tentunya perlu kerja sama dan kolaborasi kuat. Sehingga pada saat masyarakat kegiatan mudik di liburan saat Nataru seluruh wilayah yang miliki potensi bencana tim SAR kita semua siap,” tutup Sigit. rls